Senin, 19 November 2012

KEBIJAKAN KOLONIAL BELANDA MASYARAKAT INDONESIA



·         Kebijakan Kolonial Belanda
·         Dalam masa pendudukannya atas Indonesia, pihak Belanda menerapkan berbagai kebijakan untuk membangun pulau Jawa. Kendati demikian, semuanya mempunyai sasaran umum yaitu bagaimana memperoleh keuntungan sebesar-besarnya dengan memanfaatkan hasil tropis yang ada pada tanah koloni mereka.
·          
·         Kebijakan-kebijakan Kolonial Belanda :
·         1.       Kebijakan Bidang Ekonomi
·         a.        Masa Herman Williem Daendles
·         Menjual tanah-tanah milik Gubernemen kepada pihak Partikelir karena kesulitan keungan akibat peperangan melawan koalisi pimpinan Inggris.
·         b.       Masa Thomas Stamford Raffles
·         Kebijakan ekonomi liberal berdasarkan asas liberal yang disebut Landrent System (sistem sewa tanah), ia berpendirian bahwa semua tanah adalah milik raja yang berdaulat (Inggris - saat itu). Karena adanya kesulitan keuangan, Raffles bertindak saperti Daendels yaitu menerapkan wajib kerja dan mewajibkan kembali pungutan yang pernah dihapus.
·         c.        Masa Pemerintahan Hindia Belanda
·         Van Den Bosh mengusulkan kebijakan Culturstelsel (Sistem Tanam Paksa) pada tahun 1830, kebijakan ini menadai kembalinya sistem paksaan dan monopoli yang dijalankan pada masa VOC (Verplichte Laverantien). Masa tanam paksa merupakan contoh klasik penindasan kaum penjajah yang mengakibatkan penduduk menderita karena dipaksa kerja rodi dengan bayaran yang rendah. Pada masa ini pula diberlakukannya politik pintu terbuka, yaitu pemerintah Belanda membuka kesempatan kepada pihak swasta utnuk menanamkan modalnya di Indonesia.
·          
·         2.       Kebijakan di Bidang Politik
·         a.        Masa Herman Williem Daendles ; untuk mengimbangi besarnya ancaman Inggris di Pulau Jawa meka diterapkan kebijakan :
·         -  Merekrut banyak orang Indonesia untuk dijadikan tentara.
·         -  Membangun pabrik senjata di Semarang dan Surabaya.
·         -  Membangun jalan raya dari Anyer sampai Panarukan dengan kerja rodi.
·         b.       Masa Thomas Stamford Raffles
·         Membagi pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan dan tiap-tiap Karesidenan dibentuk badan pengadilan (Landrate).
·         c.        Masa Pemerintahan Hindia Belanda
·         Memperluas pengaruh dan kekuasaannya ke seluruh wilayah Indonesia, antara lain : Lampung, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
·          
·         3.       Kebijakan di Bidang Sosial Budaya - Kesastraan
·         a.        Masa Herman Williem Daendles
·         Tidak ada kebijakan di bidang sosial budaya yang diterapkan pada masa Herman Williem Daendles.
·         b.       Masa Thomas Stamford Raffles
·         -  Memberikan bantuan kepada para ahli pengetahuan seperti Horsfield, Craworfd, dan Mackensie untuk menyelidiki peninggalan sejarah kuno di Indonesia.
·         -  Membantu lembaga-lembaga kebudayaan, seperti Lembaga Betawi, untuk memajukan kebudayaannya.
·         -  Menerbitkan buku History of Java tahun 1817.
·         c.        Masa Pemerintahan Hindia Belanda
·         Tidak ada kebijakan di bidang sosial budaya yang diterapkan pada masa ini.


·         Implikasi Kebijakan Kolonial Belanda terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Indonesia
Kebijakan-Kebijakan Pemerintah Kolonial di Indonesia membawa implikasi terhadap masyarakat Indonesia.
·         1.       Pengaruh terhadap Kehidupan Ekonomi
·         Kemiskinan dan kemelaratan timbul dimana-mana karena rakyat tidak memiliki kesempatan untuk mengerjakan sawah, ladang dan peternakan mereka sendiri. Terjadinya penyimpangan pada pelaksanaan kebijakan tanam paksa, diberbagai daerah seperti Demak, Purwodadi dan Cirebon banyak terjadi kelaparan.
·         2.       Pengaruh terhadap Kehidupan Politik
·         Pemerintah lokal tidak lagi memiliki kekuasaan yang besar karena sering dicampuri pemerintah kolonial. Penguasa lokal tidak jarang kehilangan sebagian atau seluruh haknya atas suatu daerah.
·         3.       Pengaruh terhadap Kehidupan Sosial
·         Pejabat lokal yang dulu sangat berkuasa hanya menjadi pengawai pemerintah kolonial, sehingga derajat mereka seakan-akan turun di mata rakyat. Muncul suatu kelompok masyarakat berdasarkan golongan yaitu kelompok masyarakat Eropa (Kolonial), kelompok masyarakat bangsawan dan kelompok masyarakat jelata.
·         4.       Pengaruh terhadap Kehidupan Budaya
·         Tradisi barat berkembang dalam masyarakat pribumi, seperti dansa di kalangan bangsawan. Banyak tradisi kerajaan lokal yang luntur setelah campur tangan Belanda. Adanya tradisi lokal yang berakulturasi dengan budaya barat (Belanda), yang membentuk kebudayaan baru yang disebut kebudayaan Indies.
·          
·
·         Referensi
·         Effendi, Tadjuddin Noer. 2005. Sosiologi Pembangunan ; RPKPS dan Garis Besar Bahan Ajar. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
·         Ricklefs, M.C., 2005. Sejarah Indonesia Modern 1200 – 2004. Jakarta ; Serambi Ilmu Semesta.
·         Sztompka, Piƶtr. 2004. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta ; Prenada.
·         Tim Penyusun. Bahan Materi Kuliah Sistem Sosial dan Politik Indoensia. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.
·         Situs
·         http://wikipedia.org/perubahan-sosial

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar